PENGGUNAAN METODE DRILL
DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN
KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS SISWA KELAS
VI SD NEGERI BUAHBATU BARU
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
KARYA TULIS ILMIAH
OLEH
Raimondus Angwarmase, S.Pd
NIP. 196502132000031003
DINAS PENDIDIKAN
PEMERINTAHAN KOTA BANDUNG
TAHUN AJARAN 2015/2016
LEMBAR PENGESAHAN
1.
Judul : Penggunaan Metode DRILL Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa Kelas VI SD Negeri
Bauahbatu Baru, Tahun Pelajaran 2015/2016
2. Identitas
Peneliti :
Nama
: Raimondus Angwarmase, S.Pd
NIP
: 196502132000031003
3. Lokasi
Penelitian : SDN Buah
Batu Baru Bandung
|
Petugas Pustaka
HAULIA ROSYA,
NIP :
|
Peneliti
Raimondus Angwarmase, S.Pd
NIP: 196502132000031003
|
|
Mengetahui
Kepala SDN Buahbatu Baru
HARYATI, S.Sos,
M.M.Pd
NIP: 1960022211981092002
|
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur peneliti panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang selalu
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan karya ilmiah ini dapat
terselesaikan pada waktunya.
Karya ilmiah yang berjudul “UPAYA
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBAHASA INGGRIS
MELALUI METODE DRILL PADA SISWA KELAS VI
SDN BUAHBATU BANRU BANDUNG” ini, disusun untuk memenuhi persyaratan tugas individu pada mata kuliah
Metologi Penelitan dan Statistik
Pendidikan Pascasarjan Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung angkatan XL.
Dalam penyusunan dan penyelesaian karya ilmiah ini tidak terlepas dari bantuan
berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini peneliti mengucapkan terima
kasih yang tak terhingga kepada:
1.
Yth. Kepala
SDN Buahbatu Baru Bandung
2.
Yth.
Rekan-rekan Guru SDN Buahbatu Baru Bandung
3.
Semua
pihak yang telah banyak membantu sehingga penulisan ini selesai..
Peneliti menyadari bahwa hasil penelitian ini
masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat peneliti harapkan demi kesempurnaan penelitian ini dan demi
penelitian yang akan datang.
Bandung,
April 2016
Penulis
ii
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
LEMBAR
PENGESAHAN .............................................................................. i
KATA
PENGANTAR ...................................................................................... ii
DAFTAR ISI iii
ABSTRACT iv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................... 1
B. Perumusan Masalah ............................................................. 3
C. Tujuan Penelitian ................................................................. 3
D. Manfaat Penelitian .............................................................. 4
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kerangka Teori..................................................................... 5
B. Kerangka Berpikir ............................................................... 6
C. Hipotesa
Tindakan ………………………………………..
7
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Seting Penelitian .................................................................. 8
B. Rencana Tindakan ............................................................... 8
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Hasil Pre- Test...................................................................... 10
B. Hasil Test Tahap Pertama .................................................... 11
C. Hasi Test Tahap Kedua ...................................................... 15
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan........................................................................... 18
B. Saran..................................................................................... 18
DAFTAR
PUSTAKA
iii
LAPORAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
UPAYA
MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSA KATA
BAHASA INGGRIS SISWA SEKOAH DASAR DENGAN METODE DRILL
BAHASA INGGRIS SISWA SEKOAH DASAR DENGAN METODE DRILL
(Penelitian
Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas VI SDN
Buahbatu Baru, Kecamatan Lengkong)
Abstract
One aspect of the weaknesses of Indonesian
students in mastering English is die lack of vocabulary. Many teachers
complaint that their students forget most of the vocabularies they teach after
three months. This reason make the researcher wanted to experiment the Three
Phase technique which researcher has implemented at SDN Buahbatu Baru Bandung..
The result is satisfying. In put of students who enter SDN Buahbatu Baru is one
of elementary school in Bandung. So how if it is implemented at SDN Buahbatu
Baru which the low input students. After did the research it proves the result
of the students improvement is 58 % comparing before the process of teaching
and the achievement of students is 77.60 %. The test which was conducted 5
months after the process of teaching shows the increasing of the achievement
becomes 81.50 %. It means that the Three Phase Teaching of vocabulary is
effective for the high and low input students. In the other words it can be
used as alternative techniques of teaching.
iv
BAB
I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengajaran
Bahasa Inggris di SD menitik beratkan pada keterampilan berbahasa. Sebagaimana
kita ketahui bersama, bahwa keterampilan berbahasa itu dibagi menjadi 4 aspek,
yaitu mendengarkan (Listening) ,
membaca (Reading), menulis (Writing), dan berbicara (Speaking) . Meskipun mempunyai
karakteristik dan kekhasan masing-masing, akan tetapi keempat aspek
keterampilan berbahasa itu mempunyai hubungan yang integral dan tidak dapat
dipisahkan.
Berbicara
(Speaking) yang merupakan salah satu
aspek berbahasa seolah-olah menjadi kendala tersendiri bagi sebagian besar anak
SD. Padahal keterampilan bicara ( Speaking)
bagi anak SD sebaiknya diberikan sejak dini. Toeri dan teknik-teknik
bicara, hendaknya sudah dikenalkan dan diterapkan sejak di kelas rendah.
Untuk
mengantisipasi kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam dalam mengembangkan
keterampilan bicara, maka pada kesempatan ini, peneliti akan mengadakan suatu
penelitian tindakan kelas, sebagai tindak lanjut dalam perbaikan pembelajaran.
Berdasarkan
hasil pengumpulan data dan kajian teori-teori pedagogik yang terdapat didalam
kegiatan penelititan, ternyata pengguna penguasaan kosa kata dalam pembelajaran
menjadi suatu unsur yang paling berpengaruh dalam membantu mengoptimalkan cara
berpikir siswa. Hal itu dapat dilihat dari hasil penelititan yang menunjukkan
bahwa kemampuan siswa untuk mengekspresikan gagasannya dalam bentuk
berkomunikasi sederhana lebih meningkat setelah diadakan kegiatan perbaikkan
pembelajaran dengan metode drill dslsm pengembangan pembelajaran.
Vocabulary ( kosa kata) merupakan salah satu componen penting dan mempunyai
peranan yang sangat vital dalam pengajaran bahasa Inggris disamping komponen
lainnya seperti structure, pronunciation dan intonation.
1
2
Memiliki kosakata yang memadai merupakan modal atau
kenderaan untuk lancarnya berkomunikasi (Adil Al-Kufashi,1988). Lebih lanjut
Jeremy Harmer (1991) menganalogkan jika bahasa itu merupakan sebatang tubuh, structure merupakan tulang yang membentuk rangka,
sedangkan kosakata atau vocabulary
merupakan daging yang membuat tubuh mempunyai bentuk. Dengan demikian seorang
tidak akan dapat berkomunikasi dalam bahasa sasaran kalau penguasaan
kosakatanya tidak memadai.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan, ketidak mampuan
sebagian besar siswa pada setiap level pendidikan, untuk berkomunikasi dalam
bahasa Inggris salah satu faktor disebabkan kurangnya penguasaan kosakata. Secara
umum pengajaran bahasa Inggris hasilnya tidak memuaskan. Suwarsih dalam
Abdullah Hasan (2006) menyatakan bahwa seorang siswa yang telah menyelesaikan
pendidikan tingkat menengah (tamatan SMA) yang telah belajar Bahasa Inggris
selama 6 tahun, menghabiskan hampir 900 jam pelajaran bahasa Inggris di
sekolah, tidak mampu menggunakan bahasa tersebut untuk tujuan berkomunikasi
.Gejala ini juga diantara mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi. Dari
kondisi yang disebutkan diatas, timbul pertanyaan bagaimana pengajaran kosakata
pada setiap level pendidikan khususnya di SD? Bagi sebagian besar guru-guru
bahasa Ingris disekolah-sekolah tingkatan SD pengajaran kosakata sering menjadi
masalah . Banyak guru mengeluh dengan hasil yang mereka peroleh dalam
pengajaran kosakata. Dan banyak lagi keluhan guru-guru tentang tidak lamanya
bertahan kosakata yang sudah dijarkan kepada para siswa yang diasuhnya.
Dari pengalaman penulis selama 15 tahun mengajar Bahasa
Inggris di di berbagai tingkatan sekolah (SD, SMP dan SMA), cara dan metode
yang lebih ampuh dalam stategi mengajarkan kosakata adalah metode Drill, yang dirasa relatif cukup berhasil. Penulis mengajarkan kosakata
melalui tiga tahap, pertama setiap kosakata baru siswa harus mencari sendiri
artinya, baik dengan menanyakan pada teman ataupun dengan melihat kamus. Tahap
kedua siswa dilatih untuk menempatkan kosakata tersebut untuk melengkapi
kalimat yang sudah disediakan. Tahap ketiga, setiap kata siswa harus bisa
menggunakannya dalam kalimat selama satu atau dua menit secara lisan, atau
menulis setengah halaman buku dengan menggunakan kosakata baru tersebut.
3
Teknik yang digunakan ini dirasakan cukup berhasil dalam
membangun kosakata siswa, tapi belum pemah dibuktikan dalam penelitian tertulis
secara ilmiah. Dengan alasan inilah penulis tertarik untuk mengadakan
penelitian tindakan kelas untuk menguji kemanjuran dari proses tiga tahap
pengajaran kosakata tersebut.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan permasalahan diatas, perumusan masalah adalah
sebagai berikut :
1.
Dapatkah pengajaran kosakata melalui tiga tahap tersebut efektif di SDN
Buahbatu Baru Bandung?
2.
Dapatkah pengajaran kosakata melalui tiga tahap pengajaran meningkatkan penguasaan
kosakata bahasa Inggris siswa kelas 6 SDN Buahbtu Baru Bandung?
3.
Berapa persentase daya serap siswa ketika diadakan penilaian sesaat setelah
proses belajar mengajar berlansung?
4.
Berapa persentase daya serap siswa jika diadakan penilaian dua bulan setelah
proses belajar mengajar berlansung.
5.
Apakah pengajaran kosakata dengan tiga tahap ini cukup efektif dan bisa menjadi
strategi alternatif untuk pengajaan kosakata?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan
latar belakang dan rumusan masalah yang dikemukan diatas, maka pelitian ini
bertujuan untuk :
1.
Mencari alternatif model pengjaran kosakata
bahasa Inggris untuk SD.
2.
Mengetahui seberapa efektif pengajaran
kosakata bahasa Inggris dengan pengajaran tiga tahap di SDN Buahbatu Baru
Bandung.
3.
Mengetahui perbedaan daya serap siswa pada
waktu penilaian diadakan sesaat setelah proses berlansung dengan daya serap
setelah dua bulan proses belajar mengajar berlansung.
4.
Mengetahui keunggulan dan hambatan-hambatan ketika
strategi ini diterapkan.
4
D. Manfaat Penelitian
Penelitian
ini diharap bermanfaat bagi pengembangan strategi pengajaran Bahasa Inggris
baik bagi perorangan dan instansi antara lain :
1. Bagi
guru
a. Bahan masukan bagi guru dalam mengajar bahasa Inggris,
terutama dalam meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris.
b. Sebagai
strategi alternatif bagi guru dalam memilih strategi mengajar kosakata bahasa
Inggris
2. Bagi
siswa
a. Meningkatkan
penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa.
b. Meningkatkan motivasi
dalam belajar bahasa Inggris.
3. Bagi sekolah
a. Meningkatkan
efektifitas pengajaran bahasa Inggris dan prestasi sekolah
b. Masukan
bagi sekolah untuk memaksimalkan usaha-usaha meningkatkan kemampuan guru dalam
memilih strategi pengajaran yang tepat.
BAB
II
KAJIAN
PUSTAKA
A. Kerangka Teori
Jeremy Harmer (Longman, 1995) menyatakan, salah satu
masalah dalam pengajaran kosakata adalah pemilihan kosakata yang tepat untuk
diajarkan pada suatu level tertentu dan siswa tertentu pula. Oleh karena itu
permasalahan utama dalam pengajaran kosakata adalah bagaimana mengidentifikasi
kosakata untuk diajarkan pada setiap jenjang pembelajaran yang sesuai dengan
kebutuhan dan tingkat kemampuan siswa.
Prinsip umum dalam memilih kosakata adalah dengan
mempertimbangkan faktor frequency (keseringan
digunakannya kosakata tersebut). Lebih jauh Jeremy Harmer menambahkan untuk
dapat mengusaai kosakata, seorang siswa seharusnya memiliki pengetahuan yang
berikut ini tentang satu kata, yaitu : meaning,
word use, word formation dan word
grammar.
Menurut Hunt dan Beghlar (2003) menawarkan tiga
pendekatan dalam pembelajaran kosakata: insidental
learning (pembelajaran kosakata untuk menyertai pelajaran reading dan
listening), explicit intruction dan
strategi pengembangan kosakata yang indipendent. Sumber utama dari insidental learning adalah extensive
reading, dimana Hunt dan Beghlar menganjurkan sebagai kegiatan yang teratur
di luar kelas. Explicit instruction
bergantung kepada pengindifikasian kosakata yang sesuai level pada siswa.
Sebaliknya Nation (2003) menawarkan pendekatan yang
sistimatis dibanding pendekatan insidental dalam pengajaran kosakata, dimana ia
memfokuskan bagian-bagian yang esensial dari materi pembelajaran. Dia
menunjukkan beberapa kelemahan dari insidental
learning dan kenyataan siswa tidak bisa memanfaatkan pembelajaran kosakata
sambil lalu melalui reading. Alan Hunt dan David Beglar (2003) mengemukakan
prinsip-prinsip berikut ini untuk pengajaran kosakata :
1.
Berikan kesempatan pada siswa untuk
mempelajari kosakata sebelum memahami teks lisan maupun tulis.
5
6
2.
Diagnosa sekitar 3000 kosakata umum yang
dibutukan oleh siswa.
3.
Berikan kesempatan kepada siswa untuk
mempelajari kosakata secara terfokus dan sungguh-sungguh.
4.
Berikan kesempatan pada siswa untuk
mengelaborasi kosakata.
5.
Berikan kesempatan pada siswa untuk
mempermahir menggunakan kosakata yang sudah dikenalnya.
6.
Beri siswa latihan menerka arti kata
berdasarkan konteks.
7.
Latih siswa menggunakan secara efektif dan
efisien berbagai macam kamus.
B.
Kerangka
Berpikir
Berdasarkan landasan teori yang dikemukan diatas, maka
penelitian ini dirancang menjadi dua tahap. Tahap I : Persiapan. Pada tahap ini diadakan pengindetifikasian
kosakata yang akan diajarkan. Bila dikaji standar isi yang dikeluarkan diknas
materi pembelajarn bahasa Inggris di SD terdiri dari : 1. Wacana Transaksional dan
interperpersonal. 2. Teks Fungsional 3. Wacana monolog atau genre.
Semua materi diatas, untuk lebih lancarnya menggunakan
kosakata. Tapi dalam penelitian ini hanya difokuskan kosakata yang berhubungan
dengan Genre atau jenis teks. Untuk itu disediakan teks lisan dan tulis untuk
teks narrative. Berdasarkan teks ini dibuat daftar kosakata yang diperkirakan
merupakan kosakata baru bagi siswa kelas 6 SD Negeri Buahbatu Baru Bandung.
Tahap II : Tahap pelaksanaan. Tahap pelaksanaan ini
dibagi menjadi tiga phase 1. Phase
pertama: Menemukan arti. Pada phase ini kepada siswa diberikan daftar kosakata
baru. Dan siswa diminta untuk menemukan arti dari kata tersebut, baik melalui
kamus, maupun bertanya dengan teman-teman dalam kelompoknya. Proses menemukan
arti ini dilakukan sendiri oleh siswa tanpa bantuan guru. Setelah itu, artikata
yang sudah ditemukan siswa tadi dibahas dalam diskusi kelas yang dipimpin oleh
guru. 2. Phase kedua : Memilih kosakata. Pada phase ini kepada siswa diberikan
latihan kosakata. Siswa diberikan beberapa kalimat yang tidak lengkap. Dan
siswa memilih kosakata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut. 3. Phase
ke tiga: Menggunakan kosakata.
7
Phase ini merupakan praktek penggunaan kosakata yang
sudah dipelajari. Ini merupakan langkah re-inforcement
penguasaan kosakata. Kepada siswa diminta untuk menulis minimal setengah
halaman buku menggunakan setiap kosakata yang baru dipelajarinya. Kemudian
siswa berbicara, sekitar 30 detik untuk setiap kata, 30 detik untuk kombinasi
dari dua kosakata.
Berbicara secara lisan menggunakan kosakata baru ini bisa
dilanjutkan dengan satu menit, dua menit , bahkan kalau memungkinkan sampai
tiga menit dengan menggunkan satu kosakata baru. Dua bulan selah pelaksanaan phase
ke dua dan ke tiga, kepada siswa diberikan lagi ujian kosakata untuk mengetahui
berapa persent dari kosakata yang sudah dipelajari tersebut tinggal dari memori
siswa.
C. Hipotesa Tindakan
Hipotesa tindakan untuk penelitian ini adalah sebagai
berikut: Pengajaran kosakata melalui tiga tahap/phase pengajaran efektif untuk
mengembangkan kosasa kata bahasa Inggris siswa kelas 6 SD Negeri Buahbatu Baru
Bandung.
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
A.
SETTING
PENELITIAN
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan
bentuk penelitian tindakan, yang bertujuan untuk melihat sejauh mana
keefektifan pengajaran kosakata melalui tiga tahap pengajaran. Penelitian akan
diadakan di SD negeri Buahbatu Baru Bandung tahun pelajaran 2015/2016.
Penelitian ini hanya menggunakan satu lokal saja. SD negeri Buahbatu Baru
Bandung sengaja dipilih karena input siswa yang masuk kesekolah ini relatif kurang
bagus. Dengan demikian nantinya kalau penerapan pengajaran kosa kata melalui
pengajaran tiga phase ini berhasil (metode drill), berarti pendekatan ini juga
dapat digunakan untuk sekolah lain yang inputnya tidak terlalu bagus. Penelitian
dilaksanakan selama rentang waktu tiga bulan yaitu bulan September dan November 2015.
B.
RENCANA
TINDAKAN
Adapun rencana tindakan yang akan dilakukan pada tahap ini
adalah sebagai berikut : 1) Menetapkan text atau genre., 2) Menetapkan kosakata
yang akan diajarkan sesuai dengan genre, 3). Memberikan pre-test, 4) Mengajarkan
kosa dengan mode tiga phase pengjaran atau metode drill, 5) Memberi test, test
daya serap/ pencapaian, 6) Diskusi, 7) Memeberikan test tahap ke-dua, 8) Mendiskusikan
hasil, 9) Dan menyusun laporan.
C. DATA DAN ANALISA DATA
1. Data
daya serap dan pencapaian hasil belajar berupa hasil test siswa dan lembaran hasil
latihan siswa mengenai penggunaan kosakata secara tertulis serta catatan
keberhasilan latihan penggunaan kosakata secara lisan.
2. Pencatatan dilakukan oleh guru bahasa
Inggris dengan memperhatikan tahap-tahap pembelajaran.
8
9
3. Semua hasil pengamatan dan observasi
selama proses pembelajaran berlansung sebagai bahan untuk mengambil kesimpulan
dan penyusunan laporan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A.
Hasil
Pre Test
Sebelum diadakan pengajaran kosa kata dengan langkah tiga
tahap, terlebih
dahulu diberikan Pre test untuk melihat hasil yang diperoleh siswa sebelum proses belajar mengajar berlansung. Dari hasil tersebut hasilnya adalah sebagai berikut :
dahulu diberikan Pre test untuk melihat hasil yang diperoleh siswa sebelum proses belajar mengajar berlansung. Dari hasil tersebut hasilnya adalah sebagai berikut :
|
NO
|
Nama Siswa
|
HASIL
|
|
1
|
ADRIAN
|
7
|
|
2
|
ANGGI ANGGRA FADHILA
|
4.7
|
|
3
|
AUDRIE KEISYA PUTRI
|
4
|
|
4
|
AXEL NAUFAL PUTRA
|
3.7
|
|
5
|
AZRIL SHOHIBULWAFA HADIAT
|
4
|
|
6
|
DINA SHABILA KURNIA
|
2.7
|
|
7
|
DZIKRI MULYADI
|
3.3
|
|
8
|
EKA JULY LESTARI
|
4.7
|
|
9
|
EZAR ATHA RASHIF
|
6.7
|
|
10
|
GHEFIRA SALSABILLAH
|
.7
|
|
11
|
HAFIZH BILAWA ARRAHIM
|
5.7
|
|
12
|
IKHSAN MUHAMAD MUDJENAN
|
3.3
|
|
13
|
IMMANUEL DAVID MARTSINUS S
|
3.3
|
|
14
|
IVELLA YUMNA RIVANGGA
|
4.7
|
|
15
|
KANIA CHYNTIA DEWI
|
5.3
|
|
16
|
KEZIA TIO PASARIBU
|
6.7
|
|
17
|
KHAERUNISA
|
7
|
|
18
|
LILIK HENDRA
|
6
|
|
19
|
MALIK KARIM MAHASIN
|
4.7
|
|
20
|
MARISA MARDIANI AGUSTIN
|
5.7
|
|
21
|
MUHAMMAD ATHALLAH MAHARDIKA P.N.
|
5
|
|
22
|
MUHAMMAD ESA NURALAMSYAH
|
2.7
|
|
23
|
MUHAMMAD FAKRI ABDULKARIM
|
3
|
|
24
|
MUHAMMAD ILHAM YUSUF RABBANI
|
3.3
|
|
25
|
MUHAMMAD ZAKY NURSYADDAD
|
3.7
|
10
11
|
26
|
MUHHAMAD ARYA RAFID PRATAMA
|
6
|
|
27
|
NADILA PUTRI SALSABILA
|
6.7
|
|
28
|
NASHWA AULIA YUSTICIA
|
7
|
|
29
|
NAUVAN RAMDHAN AL RABBANI
|
2.7
|
|
30
|
NAYA ALIA RISQIENNA
|
4.7
|
|
31
|
PUJI SAEFULOH
|
3.3
|
|
32
|
RAISHA SHAHANA
|
5.7
|
|
33
|
RIZA INSAN NABILA
|
2.7
|
|
34
|
RIZKIA AURA PUTRI
|
3
|
|
35
|
ROSULLY KANIA DININGRAT
|
4
|
|
36
|
SAILA RIHADATUL AISY
|
3.7
|
|
37
|
SALVA KAMILA INSANI
|
3
|
|
38
|
SALWA AURELIA HENDARSYAH
|
4
|
|
39
|
SYAHDAFI
|
3.7
|
|
40
|
SYAUQI RAJO AL DUNYAA
|
4.3
|
|
Rata -rata
|
4.49
|
|
B.
Hasil
Test Tahap Pertama
Tujuh hari setelah diadakan Pre-test, diberikan pelajaran
kosakata dengan menggunakan tiga phase pengajaran. Selesai proses belajar
mengajar lansung diadakan test daya serap yang merupakan test tahap pertama
setelah diadakan proses. Dan hasilnya adalah sebagai berikut.
|
NO
|
Nama
Siswa
|
HASIL
|
|
1
|
ADRIAN
|
9.7
|
|
2
|
ANGGI ANGGRA FADHILA
|
7
|
|
3
|
AUDRIE KEISYA PUTRI
|
7.6
|
|
4
|
AXEL NAUFAL PUTRA
|
6.7
|
|
5
|
AZRIL SHOHIBULWAFA HADIAT
|
7.3
|
|
6
|
DINA SHABILA KURNIA
|
6.7
|
|
7
|
DZIKRI MULYADI
|
7.7
|
|
8
|
EKA JULY LESTARI
|
8.3
|
12
|
9
|
EZAR ATHA RASHIF
|
9.3
|
|
10
|
GHEFIRA SALSABILLAH
|
8.3
|
|
11
|
HAFIZH BILAWA ARRAHIM
|
8.7
|
|
12
|
IKHSAN MUHAMAD MUDJENAN
|
6.7
|
|
13
|
IMMANUEL DAVID MARTSINUS S
|
7
|
|
14
|
IVELLA YUMNA RIVANGGA
|
7.3
|
|
15
|
KANIA CHYNTIA DEWI
|
8
|
|
16
|
KEZIA TIO PASARIBU
|
9.3
|
|
17
|
KHAERUNISA
|
9
|
|
18
|
LILIK HENDRA
|
8.7
|
|
19
|
MALIK KARIM MAHASIN
|
8
|
|
20
|
MARISA MARDIANI AGUSTIN
|
9.3
|
|
21
|
MUHAMMAD ATHALLAH MAHARDIKA P.N.
|
8.3
|
|
22
|
MUHAMMAD ESA NURALAMSYAH
|
6.7
|
|
23
|
MUHAMMAD FAKRI ABDULKARIM
|
7
|
|
24
|
MUHAMMAD ILHAM YUSUF RABBANI
|
7
|
|
25
|
MUHAMMAD ZAKY NURSYADDAD
|
8.3
|
|
26
|
MUHHAMAD ARYA RAFID PRATAMA
|
9
|
|
27
|
NADILA PUTRI SALSABILA
|
8.7
|
|
28
|
NASHWA AULIA YUSTICIA
|
9.3
|
|
29
|
NAUVAN RAMDHAN AL RABBANI
|
6.7
|
|
30
|
NAYA ALIA RISQIENNA
|
7.7
|
|
31
|
PUJI SAEFULOH
|
7.7
|
|
32
|
RAISHA SHAHANA
|
8.3
|
|
33
|
RIZA INSAN NABILA
|
6.7
|
|
34
|
RIZKIA AURA PUTRI
|
6.7
|
|
35
|
ROSULLY KANIA DININGRAT
|
7.3
|
|
36
|
SAILA RIHADATUL AISY
|
6.7
|
|
37
|
SALVA KAMILA INSANI
|
7
|
|
38
|
SALWA AURELIA HENDARSYAH
|
6.7
|
|
39
|
SYAHDAFI
|
7
|
|
40
|
SYAUQI RAJO AL DUNYAA
|
7.3
|
|
Rata -rata
|
7.76
|
|
13
Jika dibandingkan hasil antara
pre-test dengan hasil test setelah proses, maka hasilnya seperti berikut ini:
|
NO
|
Nama
Siswa
|
Pre
- Test
|
Setelah
Proses
|
%
Peningkatan
|
Keterangan
|
|
1
|
ADRIAN
|
7
|
9.7
|
38.5
|
Meningkat
|
|
2
|
ANGGI ANGGRA FADHILA
|
4.7
|
7
|
48.9
|
Meningkat
|
|
3
|
AUDRIE KEISYA PUTRI
|
4
|
7.6
|
90
|
Meningkat
|
|
4
|
AXEL NAUFAL PUTRA
|
3.7
|
6.7
|
81
|
Meningkat
|
|
5
|
AZRIL SHOHIBULWAFA HADIAT
|
4
|
7.3
|
82.5
|
Meningkat
|
|
6
|
DINA SHABILA KURNIA
|
2.7
|
6.7
|
148
|
Meningkat
|
|
7
|
DZIKRI MULYADI
|
3.3
|
7.7
|
133
|
Meningkat
|
|
8
|
EKA JULY LESTARI
|
4.7
|
8.3
|
76.5
|
Meningkat
|
|
9
|
EZAR ATHA RASHIF
|
6.7
|
9.3
|
47.6
|
Meningkat
|
|
10
|
GHEFIRA SALSABILLAH
|
.7
|
8.3
|
76.5
|
Meningkat
|
|
11
|
HAFIZH BILAWA ARRAHIM
|
5.7
|
8.7
|
52.6
|
Meningkat
|
|
12
|
IKHSAN MUHAMAD MUDJENAN
|
3.3
|
6.7
|
103
|
Meningkat
|
|
13
|
IMMANUEL DAVID MARTSINUS S
|
3.3
|
7
|
112
|
Meningkat
|
|
14
|
IVELLA YUMNA RIVANGGA
|
4.7
|
7.3
|
55
|
Meningkat
|
|
15
|
KANIA CHYNTIA DEWI
|
5.3
|
8
|
51
|
Meningkat
|
|
16
|
KEZIA TIO PASARIBU
|
6.7
|
9.3
|
38.8
|
Meningkat
|
|
17
|
KHAERUNISA
|
7
|
9
|
28.5
|
Meningkat
|
|
18
|
LILIK HENDRA
|
6
|
8.7
|
45
|
Meningkat
|
|
19
|
MALIK KARIM MAHASIN
|
4.7
|
8
|
70
|
Meningkat
|
|
20
|
MARISA MARDIANI AGUSTIN
|
5.7
|
9.3
|
63
|
Meningkat
|
|
21
|
MUHAMMAD ATHALLAH MAHARDIKA P.N.
|
5
|
8.3
|
66
|
Meningkat
|
|
22
|
MUHAMMAD ESA NURALAMSYAH
|
2.7
|
6.7
|
148
|
Meningkat
|
14
|
23
|
MUHAMMAD FAKRI ABDULKARIM
|
3
|
7
|
133
|
Meningkat
|
|
24
|
MUHAMMAD ILHAM YUSUF RABBANI
|
3.3
|
7
|
112
|
Meningkat
|
|
25
|
MUHAMMAD ZAKY NURSYADDAD
|
3.7
|
8.3
|
124
|
Meningkat
|
|
26
|
MUHHAMAD ARYA RAFID PRATAMA
|
6
|
9
|
50
|
Meningkat
|
|
27
|
NADILA PUTRI SALSABILA
|
6.7
|
8.7
|
30
|
Meningkat
|
|
28
|
NASHWA AULIA YUSTICIA
|
7
|
9.3
|
33
|
Meningkat
|
|
29
|
NAUVAN RAMDHAN AL RABBANI
|
2.7
|
6.7
|
148
|
Meningkat
|
|
30
|
NAYA ALIA RISQIENNA
|
4.7
|
7.7
|
63.8
|
Meningkat
|
|
31
|
PUJI SAEFULOH
|
3.3
|
7.7
|
133
|
Meningkat
|
|
32
|
RAISHA SHAHANA
|
5.7
|
8.3
|
52.6
|
Meningkat
|
|
33
|
RIZA INSAN NABILA
|
2.7
|
6.7
|
148
|
Meningkat
|
|
34
|
RIZKIA AURA PUTRI
|
3
|
6.7
|
123
|
Meningkat
|
|
35
|
ROSULLY KANIA DININGRAT
|
4
|
7.3
|
82.5
|
Meningkat
|
|
36
|
SAILA RIHADATUL AISY
|
3.7
|
6.7
|
81
|
Meningkat
|
|
37
|
SALVA KAMILA INSANI
|
3
|
7
|
75
|
Meningkat
|
|
38
|
SALWA AURELIA HENDARSYAH
|
4
|
6.7
|
123
|
Meningkat
|
|
39
|
SYAHDAFI
|
3.7
|
7
|
89
|
Meningkat
|
|
40
|
SYAUQI RAJO AL DUNYAA
|
4.3
|
7.3
|
70
|
Meningkat
|
|
Rata -rata
|
4.49
|
7.76
|
72.82
|
|
|
Dari
data ini bisa dilihat, setelah diadakan proses belajar mengajar :
1.
Seluruh siswa atau 100 % siswa mengalami
peningkatan. Ini berarti pengjaran dengan tiga phase ini cukup efektif.
2.
Peningkatan perolehan siswa cukup
significant yaitu 72.82 %
3.
11 orang dari 40 siswa, atau 27.5% dari
siswa memperoleh peningkatan lebih dari 100%
15
C.
Hasil
Test Tahap kedua
|
NO
|
Nama
Siswa
|
HASIL
|
|
1
|
ADRIAN
|
8.3
|
|
2
|
ANGGI ANGGRA FADHILA
|
7.7
|
|
3
|
AUDRIE KEISYA PUTRI
|
9
|
|
4
|
AXEL NAUFAL PUTRA
|
9
|
|
5
|
AZRIL SHOHIBULWAFA HADIAT
|
8.7
|
|
6
|
DINA SHABILA KURNIA
|
7.7
|
|
7
|
DZIKRI MULYADI
|
7.3
|
|
8
|
EKA JULY LESTARI
|
8
|
|
9
|
EZAR ATHA RASHIF
|
9.7
|
|
10
|
GHEFIRA SALSABILLAH
|
9
|
|
11
|
HAFIZH BILAWA ARRAHIM
|
9
|
|
12
|
IKHSAN MUHAMAD MUDJENAN
|
7.3
|
|
13
|
IMMANUEL DAVID MARTSINUS S
|
7
|
|
14
|
IVELLA YUMNA RIVANGGA
|
7.7
|
|
15
|
KANIA CHYNTIA DEWI
|
9
|
|
16
|
KEZIA TIO PASARIBU
|
9.7
|
|
17
|
KHAERUNISA
|
8.7
|
|
18
|
LILIK HENDRA
|
9.3
|
|
19
|
MALIK KARIM MAHASIN
|
9
|
|
20
|
MARISA MARDIANI AGUSTIN
|
9
|
|
21
|
MUHAMMAD ATHALLAH MAHARDIKA P.N.
|
9.3
|
|
22
|
MUHAMMAD ESA NURALAMSYAH
|
7.7
|
|
23
|
MUHAMMAD FAKRI ABDULKARIM
|
7.7
|
|
24
|
MUHAMMAD ILHAM YUSUF RABBANI
|
8
|
|
25
|
MUHAMMAD ZAKY NURSYADDAD
|
8.3
|
|
26
|
MUHHAMAD ARYA RAFID PRATAMA
|
9
|
|
27
|
NADILA PUTRI SALSABILA
|
9
|
|
28
|
NASHWA AULIA YUSTICIA
|
9.3
|
|
29
|
NAUVAN RAMDHAN AL RABBANI
|
7
|
|
30
|
NAYA ALIA RISQIENNA
|
8
|
|
31
|
PUJI SAEFULOH
|
8
|
|
32
|
RAISHA SHAHANA
|
8
|
16
|
33
|
RIZA INSAN NABILA
|
7.3
|
|
34
|
RIZKIA AURA PUTRI
|
6.7
|
|
35
|
ROSULLY KANIA DININGRAT
|
77
|
|
36
|
SAILA RIHADATUL AISY
|
7.3
|
|
37
|
SALVA KAMILA INSANI
|
6.3
|
|
38
|
SALWA AURELIA HENDARSYAH
|
7.3
|
|
39
|
SYAHDAFI
|
7
|
|
40
|
SYAUQI RAJO AL DUNYAA
|
7.7
|
|
Rata -rata
|
8.15
|
|
Ujian tahap kedua ini dilakukan pada bulan Februari
2016. sedangkan tahap pertama pada bulan September 2015. Berarti jangkawaktunya
sekitar 5 bulan. Perbandingan hasil daya serap tahap pertama dan tahap kedua
adalah sebagai berikut :
|
NO
|
Nama
Siswa
|
Hasil
Test Tahap
|
Keterangan
|
|
|
I
|
II
|
|||
|
1
|
ADRIAN
|
9.7
|
8.3
|
Menurutn
|
|
2
|
ANGGI ANGGRA FADHILA
|
7
|
7.7
|
Meningkat
|
|
3
|
AUDRIE KEISYA PUTRI
|
7.6
|
9
|
Meningkat
|
|
4
|
AXEL NAUFAL PUTRA
|
6.7
|
9
|
Meningkat
|
|
5
|
AZRIL SHOHIBULWAFA HADIAT
|
7.3
|
8.7
|
Meningkat
|
|
6
|
DINA SHABILA KURNIA
|
6.7
|
7.7
|
Meningkat
|
|
7
|
DZIKRI MULYADI
|
7.7
|
7.3
|
Menurun
|
|
8
|
EKA JULY LESTARI
|
8.3
|
8
|
Menurun
|
|
9
|
EZAR ATHA RASHIF
|
9.3
|
9.7
|
Meningkat
|
|
10
|
GHEFIRA SALSABILLAH
|
8.3
|
9
|
Meningkat
|
|
11
|
HAFIZH BILAWA ARRAHIM
|
8.7
|
9
|
Meningkat
|
|
12
|
IKHSAN MUHAMAD MUDJENAN
|
6.7
|
7.3
|
Meningkat
|
|
13
|
IMMANUEL DAVID MARTSINUS S
|
7
|
7
|
Tetap
|
|
14
|
IVELLA YUMNA RIVANGGA
|
7.3
|
7.7
|
Meningkat
|
|
15
|
KANIA CHYNTIA DEWI
|
8
|
9
|
Meningkat
|
|
16
|
KEZIA TIO PASARIBU
|
9.3
|
9.7
|
Meningkat
|
|
17
|
KHAERUNISA
|
9
|
8.7
|
Menurun
|
17
|
18
|
LILIK HENDRA
|
8.7
|
9.3
|
Meningkat
|
|
19
|
MALIK KARIM MAHASIN
|
8
|
9
|
Meningkat
|
|
20
|
MARISA MARDIANI AGUSTIN
|
9.3
|
9
|
Menurun
|
|
21
|
MUHAMMAD ATHALLAH MAHARDIKA P.N.
|
8.3
|
9.3
|
Meningkat
|
|
22
|
MUHAMMAD ESA NURALAMSYAH
|
6.7
|
7.7
|
Meningkat
|
|
23
|
MUHAMMAD FAKRI ABDULKARIM
|
7
|
7.7
|
Meningkat
|
|
24
|
MUHAMMAD ILHAM YUSUF RABBANI
|
7
|
8
|
Meningkat
|
|
25
|
MUHAMMAD ZAKY NURSYADDAD
|
8.3
|
8.3
|
Tetap
|
|
26
|
MUHHAMAD ARYA RAFID PRATAMA
|
9
|
9
|
Tetap
|
|
27
|
NADILA PUTRI SALSABILA
|
8.7
|
9
|
Meningkat
|
|
28
|
NASHWA AULIA YUSTICIA
|
9.3
|
9.3
|
Tetap
|
|
29
|
NAUVAN RAMDHAN AL RABBANI
|
6.7
|
7
|
Meningkat
|
|
30
|
NAYA ALIA RISQIENNA
|
7.7
|
8
|
Meningkat
|
|
31
|
PUJI SAEFULOH
|
7.7
|
8
|
Meningkat
|
|
32
|
RAISHA SHAHANA
|
8.3
|
8
|
Menurun
|
|
33
|
RIZA INSAN NABILA
|
6.7
|
7.3
|
Meningkat
|
|
34
|
RIZKIA AURA PUTRI
|
6.7
|
6.7
|
Tetap
|
|
35
|
ROSULLY KANIA DININGRAT
|
7.3
|
77
|
Meningkat
|
|
36
|
SAILA RIHADATUL AISY
|
6.7
|
7.3
|
Meningkat
|
|
37
|
SALVA KAMILA INSANI
|
7
|
6.3
|
Menurun
|
|
38
|
SALWA AURELIA HENDARSYAH
|
6.7
|
7.3
|
Meningkat
|
|
39
|
SYAHDAFI
|
7
|
7
|
Tetap
|
|
40
|
SYAUQI RAJO AL DUNYAA
|
7.3
|
7.7
|
Meningkat
|
|
Rata -rata
|
7.76
|
8.15
|
|
|
Dari data ini dapat dilihat :
1.
Test yang diadakan setelah 5 bulan dari
proses pembelajaran hasil tidak menurun seperti yang diduga semula, tapi
meningkat dari 7,76 menjadi 8,15 atau meningkat 15 %
2.
Dari 40 orang siswa 27 orang atau 67.5
%nmengalami peningkatan, 7 orang atau sekitar 17,5 % mengalami penurunan
sedangkan 6 orang atau sekitar 15 % hasilnya tetap.
BAB
V
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil paparan data penelitian
tindakan kelas ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.
Pengajaran kosakata melalui tiga tahap
pengajaran yang diterapkan di SD negeri Buahbatu
Baru Bandung cukup efektif dan peningkatan perolehan siswa sebelum dan sesudah
proses pembelajaran yang cukup bermakana (significant).
2.
Peningkatan kosakata melalui pengajaran tiga
tahap ini di SD negeri Buahbatu Baru
Bandung mencapai 58 %
3.
Persentasi daya serap yang diadakan setelah
proses belajar mengajar berlansung adalah 77.60 %
4.
Persentase daya serap siswa setelah diadakan
penilaian setelah 5 bulan proses belajar mengajar berlansung adalah 81.50 %
5.
Berdasarkan data diatas Pengajaran kosakata
melalui tiga tahap cukup efektif dan dapat menjadi alternatif untuk pengajaran
kosakata.
B.
Saran
Kosakata merupakan komponen yang sangat
penting dalam menunjang kemampuan siswa untuk dapat menguasai kemampuan
berkomunikasi dalam bahasa Inggris, maka dalam pengajaran kosakata disarankan :
1.
Kegiatan belajar difokuskan pada kegiatan
siswa, yang belajar adalah siswa, yang berusaha berlatih menggunakan kosakata
adalah siswa.
2.
Untuk tahap pertama penguasaan kosakata
adalah menguasai mengetahui meaning atau arti kosakata tersebut. Ini dapat
dilakukan dengan berbagai cara seperti siswa menacari sendiri arti kata dalam
kamus, menemukan padanan atau lawan kata daps sebagainya. Dan semuanya ini
hendaknya dilakukan oleh siswa sendiri dan guru hanya sebagai fasilitator untuk
membimbing siswa apa yang harus dikerjakan.
18
19
3.
Tahap kedua adalah menggunakan kosakata yang
telah di ketahui meaningnya tersebut dalam kalimat. Dan latihan ini harus
dibuat oleh guru untuk dikerjakan siswa.
4.
Setiap kata yang sudah di pelajari siswa
harus digunakan sesering mungkin. Secara lisan siswa harus bisa menggunakan
satu kosakata yang dipelajarinya tersebut selama satu menit atau dua menit.
Sedangkan secara tertulis satu kata siswa hendaknya dapat membuat sekitar 10
kalimat
20
DAFTAR
PUSTAKA
Brown,
H. Douglas. 2000. Principles of Language Learning and Teaching: Longman.
Brown,
H. Douglas. 1994. Teaching by Principles:. Prentice Hall Regents.
Celce-Murcia, Marianne. 1991. Teaching English as a Second or Foreign Language:
Celce-Murcia, Marianne. 1991. Teaching English as a Second or Foreign Language:
Heinle
& Heinle Publisher.
Edge,
Julian. 1993. Essentials of English Language Teaching: Longman Group UK
Limited.
Harmer,
Jeremy, 1995. The Practice of English Language Teaching: Longman.
Madya,
Suarsih, Developing Standard for EFL in Indonesia as Part of the EFL
Teaching
Reform, TEFLIN Journal, Vol. 3 (2) Agust 2002.
Nunan,
David. 199 1. Language Teaching Methodology: A Textbook for Teachers.
London:
Prentice Hall International. (UK) Ltd.
Richards,
Jack C and Theodore S, Rodgers. 1001. Approaches and
Methods
as Language Teaching. London; Cambridge University Press.
Richards,)
.0 & Renandya, A. Willy, Cambbridge University Press, 2003
Comments
Post a Comment