Skip to main content
PENGGUNAAN METODE DRILL 
DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS  SISWA KELAS VI SD NEGERI BUAHBATU BARU
 TAHUN PELAJARAN 2015/2016





KARYA TULIS ILMIAH






OLEH
Raimondus Angwarmase, S.Pd
NIP. 196502132000031003




DINAS PENDIDIKAN
PEMERINTAHAN KOTA BANDUNG
TAHUN AJARAN 2015/2016

 

 

 

 

 

 

 

 

 



LEMBAR PENGESAHAN


1.    Judul    :  Penggunaan Metode DRILL  Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa Kelas VI SD Negeri Bauahbatu Baru, Tahun Pelajaran 2015/2016

2.   Identitas Peneliti         : 
      Nama                           :  Raimondus Angwarmase, S.Pd
      NIP                             :  196502132000031003
3.   Lokasi Penelitian         :  SDN Buah Batu Baru Bandung

Petugas Pustaka


HAULIA ROSYA,
NIP :
Peneliti


Raimondus Angwarmase, S.Pd
NIP: 196502132000031003



Mengetahui
Kepala SDN Buahbatu Baru



HARYATI, S.Sos, M.M.Pd
NIP: 1960022211981092002




i
KATA PENGANTAR

            Puji syukur peneliti panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang selalu melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan karya ilmiah ini dapat terselesaikan pada waktunya.
            Karya ilmiah yang berjudul “UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBAHASA INGGRIS  MELALUI METODE DRILL PADA SISWA KELAS VI  SDN BUAHBATU BANRU BANDUNG” ini, disusun untuk memenuhi persyaratan tugas individu pada mata kuliah Metologi Penelitan  dan Statistik Pendidikan Pascasarjan Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung angkatan XL.
            Dalam penyusunan dan penyelesaian karya ilmiah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini peneliti mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada:
1.   Yth. Kepala SDN Buahbatu Baru Bandung
2.   Yth. Rekan-rekan Guru SDN Buahbatu Baru Bandung
3.   Semua pihak yang telah banyak membantu sehingga penulisan ini selesai..
Peneliti menyadari bahwa hasil penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat peneliti harapkan demi kesempurnaan penelitian ini dan demi penelitian yang akan datang.


Bandung,    April 2016
Penulis






ii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ..............................................................................          i
KATA PENGANTAR ......................................................................................                    ii
DAFTAR ISI                                                                                                             iii
ABSTRACT                                                                                                              iv
BAB I             PENDAHULUAN
                        A.   Latar Belakang ....................................................................         1
                        B.   Perumusan Masalah .............................................................         3
                        C.   Tujuan Penelitian .................................................................         3
                        D.   Manfaat Penelitian ..............................................................         4

BAB II           KAJIAN PUSTAKA
                        A.   Kerangka Teori.....................................................................         5
                        B.   Kerangka Berpikir ...............................................................         6
                        C.  Hipotesa   Tindakan ………………………………………..        7
     
BAB III          METODOLOGI PENELITIAN
                        A.   Seting Penelitian ..................................................................         8
                        B.   Rencana Tindakan ...............................................................         8

BAB IV          HASIL PENELITIAN
                        A.   Hasil Pre- Test......................................................................       10
                        B.   Hasil Test Tahap Pertama ....................................................       11
                        C.   Hasi Test Tahap Kedua  ......................................................       15

BAB V           KESIMPULAN DAN SARAN
                        A.   Kesimpulan...........................................................................       18
                        B.   Saran.....................................................................................       18
DAFTAR PUSTAKA
iii
LAPORAN

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

UPAYA MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSA KATA
BAHASA INGGRIS SISWA  SEKOAH DASAR DENGAN METODE DRILL
(Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas VI  SDN Buahbatu Baru, Kecamatan Lengkong)

Abstract
One aspect of the weaknesses of Indonesian students in mastering English is die lack of vocabulary. Many teachers complaint that their students forget most of the vocabularies they teach after three months. This reason make the researcher wanted to experiment the Three Phase technique which researcher has implemented at SDN Buahbatu Baru Bandung.. The result is satisfying. In put of students who enter SDN Buahbatu Baru is one of elementary school in Bandung. So how if it is implemented at SDN Buahbatu Baru which the low input students. After did the research it proves the result of the students improvement is 58 % comparing before the process of teaching and the achievement of students is 77.60 %. The test which was conducted 5 months after the process of teaching shows the increasing of the achievement becomes 81.50 %. It means that the Three Phase Teaching of vocabulary is effective for the high and low input students. In the other words it can be used as alternative techniques of teaching.





iv
BAB I
PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang 
Pengajaran Bahasa Inggris di SD menitik beratkan pada keterampilan berbahasa. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa keterampilan berbahasa itu dibagi menjadi 4 aspek, yaitu mendengarkan (Listening) , membaca (Reading), menulis (Writing), dan berbicara (Speaking) . Meskipun mempunyai karakteristik dan kekhasan masing-masing, akan tetapi keempat aspek keterampilan berbahasa itu mempunyai hubungan yang integral dan tidak dapat dipisahkan.
Berbicara (Speaking) yang merupakan salah satu aspek berbahasa seolah-olah menjadi kendala tersendiri bagi sebagian besar anak SD. Padahal keterampilan bicara         ( Speaking)  bagi anak SD sebaiknya diberikan sejak dini. Toeri dan teknik-teknik bicara, hendaknya sudah dikenalkan dan diterapkan sejak di kelas rendah.
Untuk mengantisipasi kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam dalam mengembangkan keterampilan bicara, maka pada kesempatan ini, peneliti akan mengadakan suatu penelitian tindakan kelas, sebagai tindak lanjut dalam perbaikan pembelajaran.
Berdasarkan hasil pengumpulan data dan kajian teori-teori pedagogik yang terdapat didalam kegiatan penelititan, ternyata pengguna penguasaan kosa kata dalam pembelajaran menjadi suatu unsur yang paling berpengaruh dalam membantu mengoptimalkan cara berpikir siswa. Hal itu dapat dilihat dari hasil penelititan yang menunjukkan bahwa kemampuan siswa untuk mengekspresikan gagasannya dalam bentuk berkomunikasi sederhana lebih meningkat setelah diadakan kegiatan perbaikkan pembelajaran dengan metode drill dslsm pengembangan pembelajaran.
Vocabulary ( kosa kata)  merupakan salah satu componen penting dan mempunyai peranan yang sangat vital dalam pengajaran bahasa Inggris disamping komponen lainnya seperti structure, pronunciation dan intonation.


1
2

Memiliki kosakata yang memadai merupakan modal atau kenderaan untuk lancarnya berkomunikasi (Adil Al-Kufashi,1988). Lebih lanjut Jeremy Harmer (1991) menganalogkan jika bahasa itu merupakan sebatang tubuh, structure  merupakan tulang yang membentuk rangka, sedangkan kosakata atau vocabulary merupakan daging yang membuat tubuh mempunyai bentuk. Dengan demikian seorang tidak akan dapat berkomunikasi dalam bahasa sasaran kalau penguasaan kosakatanya tidak memadai.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan, ketidak mampuan sebagian besar siswa pada setiap level pendidikan, untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris salah satu faktor disebabkan kurangnya penguasaan kosakata. Secara umum pengajaran bahasa Inggris hasilnya tidak memuaskan. Suwarsih dalam Abdullah Hasan (2006) menyatakan bahwa seorang siswa yang telah menyelesaikan pendidikan tingkat menengah (tamatan SMA) yang telah belajar Bahasa Inggris selama 6 tahun, menghabiskan hampir 900 jam pelajaran bahasa Inggris di sekolah, tidak mampu menggunakan bahasa tersebut untuk tujuan berkomunikasi .Gejala ini juga diantara mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi. Dari kondisi yang disebutkan diatas, timbul pertanyaan bagaimana pengajaran kosakata pada setiap level pendidikan khususnya di SD? Bagi sebagian besar guru-guru bahasa Ingris disekolah-sekolah tingkatan SD pengajaran kosakata sering menjadi masalah . Banyak guru mengeluh dengan hasil yang mereka peroleh dalam pengajaran kosakata. Dan banyak lagi keluhan guru-guru tentang tidak lamanya bertahan kosakata yang sudah dijarkan kepada para siswa yang diasuhnya.
Dari pengalaman penulis selama 15 tahun mengajar Bahasa Inggris di di berbagai tingkatan sekolah (SD, SMP dan SMA), cara dan metode yang lebih ampuh dalam stategi mengajarkan kosakata adalah metode Drill, yang dirasa relatif cukup berhasil. Penulis mengajarkan kosakata melalui tiga tahap, pertama setiap kosakata baru siswa harus mencari sendiri artinya, baik dengan menanyakan pada teman ataupun dengan melihat kamus. Tahap kedua siswa dilatih untuk menempatkan kosakata tersebut untuk melengkapi kalimat yang sudah disediakan. Tahap ketiga, setiap kata siswa harus bisa menggunakannya dalam kalimat selama satu atau dua menit secara lisan, atau menulis setengah halaman buku dengan menggunakan kosakata baru tersebut.
3

Teknik yang digunakan ini dirasakan cukup berhasil dalam membangun kosakata siswa, tapi belum pemah dibuktikan dalam penelitian tertulis secara ilmiah. Dengan alasan inilah penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan kelas untuk menguji kemanjuran dari proses tiga tahap pengajaran kosakata tersebut.

B.        Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan diatas, perumusan masalah adalah sebagai berikut :
1. Dapatkah pengajaran kosakata melalui tiga tahap tersebut efektif di SDN Buahbatu  Baru Bandung?
2. Dapatkah pengajaran kosakata melalui tiga tahap pengajaran meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa kelas 6 SDN Buahbtu Baru Bandung?
3. Berapa persentase daya serap siswa ketika diadakan penilaian sesaat setelah proses belajar mengajar berlansung?
4. Berapa persentase daya serap siswa jika diadakan penilaian dua bulan setelah proses belajar mengajar berlansung.
5. Apakah pengajaran kosakata dengan tiga tahap ini cukup efektif dan bisa menjadi strategi alternatif untuk pengajaan kosakata?

C.   Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang dikemukan diatas, maka pelitian ini bertujuan untuk :
1.      Mencari alternatif model pengjaran kosakata bahasa Inggris untuk SD.
2.       Mengetahui seberapa efektif pengajaran kosakata bahasa Inggris dengan pengajaran tiga tahap di SDN Buahbatu Baru Bandung.
3.      Mengetahui perbedaan daya serap siswa pada waktu penilaian diadakan sesaat setelah proses berlansung dengan daya serap setelah dua bulan proses belajar mengajar berlansung.
4.      Mengetahui keunggulan dan hambatan-hambatan ketika strategi ini diterapkan.

4
D.       Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharap bermanfaat bagi pengembangan strategi pengajaran Bahasa Inggris baik bagi perorangan dan instansi antara lain :
1.  Bagi guru
a. Bahan masukan bagi guru dalam mengajar bahasa Inggris, terutama dalam meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris.
b.   Sebagai strategi alternatif bagi guru dalam memilih strategi mengajar kosakata bahasa Inggris
2.  Bagi siswa
a.     Meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa.
b.     Meningkatkan motivasi dalam belajar bahasa Inggris.
3. Bagi sekolah 
a.   Meningkatkan efektifitas pengajaran bahasa Inggris dan prestasi sekolah
b.   Masukan bagi sekolah untuk memaksimalkan usaha-usaha meningkatkan kemampuan guru dalam memilih strategi pengajaran yang tepat.















BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A.       Kerangka Teori
Jeremy Harmer (Longman, 1995) menyatakan, salah satu masalah dalam pengajaran kosakata adalah pemilihan kosakata yang tepat untuk diajarkan pada suatu level tertentu dan siswa tertentu pula. Oleh karena itu permasalahan utama dalam pengajaran kosakata adalah bagaimana mengidentifikasi kosakata untuk diajarkan pada setiap jenjang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan siswa.
Prinsip umum dalam memilih kosakata adalah dengan mempertimbangkan faktor frequency (keseringan digunakannya kosakata tersebut). Lebih jauh Jeremy Harmer menambahkan untuk dapat mengusaai kosakata, seorang siswa seharusnya memiliki pengetahuan yang berikut ini tentang satu kata, yaitu : meaning, word use, word formation dan word grammar.
Menurut Hunt dan Beghlar (2003) menawarkan tiga pendekatan dalam pembelajaran kosakata: insidental learning (pembelajaran kosakata untuk menyertai pelajaran reading dan listening), explicit intruction dan strategi pengembangan kosakata yang indipendent. Sumber utama dari insidental learning adalah extensive reading, dimana Hunt dan Beghlar menganjurkan sebagai kegiatan yang teratur di luar kelas. Explicit instruction bergantung kepada pengindifikasian kosakata yang sesuai level pada siswa.
Sebaliknya Nation (2003) menawarkan pendekatan yang sistimatis dibanding pendekatan insidental dalam pengajaran kosakata, dimana ia memfokuskan bagian-bagian yang esensial dari materi pembelajaran. Dia menunjukkan beberapa kelemahan dari insidental learning dan kenyataan siswa tidak bisa memanfaatkan pembelajaran kosakata sambil lalu melalui reading. Alan Hunt dan David Beglar (2003) mengemukakan prinsip-prinsip berikut ini untuk pengajaran kosakata :
1.      Berikan kesempatan pada siswa untuk mempelajari kosakata sebelum memahami teks lisan maupun tulis.
5
6
2.      Diagnosa sekitar 3000 kosakata umum yang dibutukan oleh siswa.
3.      Berikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari kosakata secara terfokus dan sungguh-sungguh.
4.      Berikan kesempatan pada siswa untuk mengelaborasi kosakata.
5.      Berikan kesempatan pada siswa untuk mempermahir menggunakan kosakata yang sudah dikenalnya.
6.      Beri siswa latihan menerka arti kata berdasarkan konteks.
7.      Latih siswa menggunakan secara efektif dan efisien berbagai macam kamus.

B.        Kerangka Berpikir
Berdasarkan landasan teori yang dikemukan diatas, maka penelitian ini dirancang menjadi dua tahap. Tahap I : Persiapan.  Pada tahap ini diadakan pengindetifikasian kosakata yang akan diajarkan. Bila dikaji standar isi yang dikeluarkan diknas materi pembelajarn bahasa Inggris di SD terdiri dari : 1. Wacana Transaksional dan interperpersonal.  2. Teks Fungsional  3. Wacana monolog atau genre.
Semua materi diatas, untuk lebih lancarnya menggunakan kosakata. Tapi dalam penelitian ini hanya difokuskan kosakata yang berhubungan dengan Genre atau jenis teks. Untuk itu disediakan teks lisan dan tulis untuk teks narrative. Berdasarkan teks ini dibuat daftar kosakata yang diperkirakan merupakan kosakata baru bagi siswa kelas 6 SD Negeri Buahbatu Baru Bandung.
Tahap II : Tahap pelaksanaan. Tahap pelaksanaan ini dibagi menjadi tiga phase       1. Phase pertama: Menemukan arti. Pada phase ini kepada siswa diberikan daftar kosakata baru. Dan siswa diminta untuk menemukan arti dari kata tersebut, baik melalui kamus, maupun bertanya dengan teman-teman dalam kelompoknya. Proses menemukan arti ini dilakukan sendiri oleh siswa tanpa bantuan guru. Setelah itu, artikata yang sudah ditemukan siswa tadi dibahas dalam diskusi kelas yang dipimpin oleh guru. 2. Phase kedua : Memilih kosakata. Pada phase ini kepada siswa diberikan latihan kosakata. Siswa diberikan beberapa kalimat yang tidak lengkap. Dan siswa memilih kosakata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut. 3. Phase ke tiga: Menggunakan kosakata.

7
Phase ini merupakan praktek penggunaan kosakata yang sudah dipelajari. Ini merupakan langkah re-inforcement penguasaan kosakata. Kepada siswa diminta untuk menulis minimal setengah halaman buku menggunakan setiap kosakata yang baru dipelajarinya. Kemudian siswa berbicara, sekitar 30 detik untuk setiap kata, 30 detik untuk kombinasi dari dua kosakata.
Berbicara secara lisan menggunakan kosakata baru ini bisa dilanjutkan dengan satu menit, dua menit , bahkan kalau memungkinkan sampai tiga menit dengan menggunkan satu kosakata baru. Dua bulan selah pelaksanaan phase ke dua dan ke tiga, kepada siswa diberikan lagi ujian kosakata untuk mengetahui berapa persent dari kosakata yang sudah dipelajari tersebut tinggal dari memori siswa.

C.       Hipotesa Tindakan
Hipotesa tindakan untuk penelitian ini adalah sebagai berikut: Pengajaran kosakata melalui tiga tahap/phase pengajaran efektif untuk mengembangkan kosasa kata bahasa Inggris siswa kelas 6 SD Negeri Buahbatu Baru Bandung.















BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.          SETTING PENELITIAN
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan bentuk penelitian tindakan, yang bertujuan untuk melihat sejauh mana keefektifan pengajaran kosakata melalui tiga tahap pengajaran. Penelitian akan diadakan di SD negeri Buahbatu Baru Bandung tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini hanya menggunakan satu lokal saja. SD negeri Buahbatu Baru Bandung sengaja dipilih karena input siswa yang masuk kesekolah ini relatif kurang bagus. Dengan demikian nantinya kalau penerapan pengajaran kosa kata melalui pengajaran tiga phase ini berhasil (metode drill), berarti pendekatan ini juga dapat digunakan untuk sekolah lain yang inputnya tidak terlalu bagus. Penelitian dilaksanakan selama rentang waktu tiga bulan yaitu bulan September  dan November 2015.

B.           RENCANA TINDAKAN
Adapun rencana tindakan yang akan dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut : 1) Menetapkan text atau genre., 2) Menetapkan kosakata yang akan diajarkan sesuai dengan genre, 3). Memberikan pre-test, 4) Mengajarkan kosa dengan mode tiga phase pengjaran atau metode drill, 5) Memberi test, test daya serap/ pencapaian, 6) Diskusi, 7) Memeberikan test tahap ke-dua, 8) Mendiskusikan hasil, 9) Dan menyusun laporan.

C.     DATA DAN ANALISA DATA
1.   Data daya serap dan pencapaian hasil belajar berupa hasil test siswa dan lembaran hasil latihan siswa mengenai penggunaan kosakata secara tertulis serta catatan keberhasilan latihan penggunaan kosakata secara lisan.
2. Pencatatan dilakukan oleh guru bahasa Inggris dengan memperhatikan tahap-tahap pembelajaran.

8
9

3. Semua hasil pengamatan dan observasi selama proses pembelajaran berlansung sebagai bahan untuk mengambil kesimpulan dan penyusunan laporan.



























BAB IV
HASIL PENELITIAN

A.          Hasil Pre Test
Sebelum diadakan pengajaran kosa kata dengan langkah tiga tahap, terlebih
dahulu diberikan Pre test untuk melihat hasil yang diperoleh siswa sebelum proses belajar mengajar berlansung. Dari hasil tersebut hasilnya adalah sebagai berikut :

NO
Nama Siswa
HASIL
1
ADRIAN
7
2
ANGGI ANGGRA FADHILA
4.7
3
AUDRIE KEISYA PUTRI
4
4
AXEL NAUFAL PUTRA
3.7
5
AZRIL SHOHIBULWAFA HADIAT
4
6
DINA SHABILA KURNIA
2.7
7
DZIKRI MULYADI
3.3
8
EKA JULY LESTARI
4.7
9
EZAR ATHA RASHIF
6.7
10
GHEFIRA SALSABILLAH
.7
11
HAFIZH BILAWA ARRAHIM
5.7
12
IKHSAN MUHAMAD MUDJENAN
3.3
13
IMMANUEL DAVID MARTSINUS S
3.3
14
IVELLA YUMNA RIVANGGA
4.7
15
KANIA CHYNTIA DEWI
5.3
16
KEZIA TIO PASARIBU
6.7
17
KHAERUNISA
7
18
LILIK HENDRA
6
19
MALIK KARIM MAHASIN
4.7
20
MARISA MARDIANI AGUSTIN
5.7
21
MUHAMMAD ATHALLAH MAHARDIKA P.N.
5
22
MUHAMMAD ESA NURALAMSYAH
2.7
23
MUHAMMAD FAKRI ABDULKARIM
3
24
MUHAMMAD ILHAM YUSUF RABBANI
3.3
25
MUHAMMAD ZAKY NURSYADDAD
3.7
10
11
26
MUHHAMAD ARYA RAFID PRATAMA
6
27
NADILA PUTRI SALSABILA
6.7
28
NASHWA AULIA YUSTICIA
7
29
NAUVAN RAMDHAN AL RABBANI
2.7
30
NAYA ALIA RISQIENNA
4.7
31
PUJI SAEFULOH
3.3
32
RAISHA SHAHANA
5.7
33
RIZA INSAN NABILA
2.7
34
RIZKIA AURA PUTRI
3
35
ROSULLY KANIA DININGRAT
4
36
SAILA RIHADATUL AISY
3.7
37
SALVA KAMILA INSANI
3
38
SALWA AURELIA HENDARSYAH
4
39
SYAHDAFI
3.7
40
SYAUQI RAJO AL DUNYAA
4.3
Rata -rata
4.49

B.        Hasil Test Tahap Pertama
Tujuh hari setelah diadakan Pre-test, diberikan pelajaran kosakata dengan menggunakan tiga phase pengajaran. Selesai proses belajar mengajar lansung diadakan test daya serap yang merupakan test tahap pertama setelah diadakan proses. Dan hasilnya adalah sebagai berikut.

NO
Nama Siswa
HASIL
1
ADRIAN
9.7
2
ANGGI ANGGRA FADHILA
7
3
AUDRIE KEISYA PUTRI
7.6
4
AXEL NAUFAL PUTRA
6.7
5
AZRIL SHOHIBULWAFA HADIAT
7.3
6
DINA SHABILA KURNIA
6.7
7
DZIKRI MULYADI
7.7
8
EKA JULY LESTARI
8.3

12
9
EZAR ATHA RASHIF
9.3
10
GHEFIRA SALSABILLAH
8.3
11
HAFIZH BILAWA ARRAHIM
8.7
12
IKHSAN MUHAMAD MUDJENAN
6.7
13
IMMANUEL DAVID MARTSINUS S
7
14
IVELLA YUMNA RIVANGGA
7.3
15
KANIA CHYNTIA DEWI
8
16
KEZIA TIO PASARIBU
9.3
17
KHAERUNISA
9
18
LILIK HENDRA
8.7
19
MALIK KARIM MAHASIN
8
20
MARISA MARDIANI AGUSTIN
9.3
21
MUHAMMAD ATHALLAH MAHARDIKA P.N.
8.3
22
MUHAMMAD ESA NURALAMSYAH
6.7
23
MUHAMMAD FAKRI ABDULKARIM
7
24
MUHAMMAD ILHAM YUSUF RABBANI
7
25
MUHAMMAD ZAKY NURSYADDAD
8.3
26
MUHHAMAD ARYA RAFID PRATAMA
9
27
NADILA PUTRI SALSABILA
8.7
28
NASHWA AULIA YUSTICIA
9.3
29
NAUVAN RAMDHAN AL RABBANI
6.7
30
NAYA ALIA RISQIENNA
7.7
31
PUJI SAEFULOH
7.7
32
RAISHA SHAHANA
8.3
33
RIZA INSAN NABILA
6.7
34
RIZKIA AURA PUTRI
6.7
35
ROSULLY KANIA DININGRAT
7.3
36
SAILA RIHADATUL AISY
6.7
37
SALVA KAMILA INSANI
7
38
SALWA AURELIA HENDARSYAH
6.7
39
SYAHDAFI
7
40
SYAUQI RAJO AL DUNYAA
7.3
Rata -rata
7.76

13
Jika dibandingkan hasil antara pre-test dengan hasil test setelah proses, maka hasilnya seperti berikut ini:
NO
Nama Siswa
Pre - Test
Setelah
Proses
% Peningkatan
Keterangan
1
ADRIAN
7
9.7
38.5
Meningkat
2
ANGGI ANGGRA FADHILA
4.7
7
48.9
Meningkat
3
AUDRIE KEISYA PUTRI
4
7.6
90
Meningkat
4
AXEL NAUFAL PUTRA
3.7
6.7
81
Meningkat
5
AZRIL SHOHIBULWAFA HADIAT
4
7.3
82.5
Meningkat
6
DINA SHABILA KURNIA
2.7
6.7
148
Meningkat
7
DZIKRI MULYADI
3.3
7.7
133
Meningkat
8
EKA JULY LESTARI
4.7
8.3
76.5
Meningkat
9
EZAR ATHA RASHIF
6.7
9.3
47.6
Meningkat
10
GHEFIRA SALSABILLAH
.7
8.3
76.5
Meningkat
11
HAFIZH BILAWA ARRAHIM
5.7
8.7
52.6
Meningkat
12
IKHSAN MUHAMAD MUDJENAN
3.3
6.7
103
Meningkat
13
IMMANUEL DAVID MARTSINUS S
3.3
7
112
Meningkat
14
IVELLA YUMNA RIVANGGA
4.7
7.3
55
Meningkat
15
KANIA CHYNTIA DEWI
5.3
8
51
Meningkat
16
KEZIA TIO PASARIBU
6.7
9.3
38.8
Meningkat
17
KHAERUNISA
7
9
28.5
Meningkat
18
LILIK HENDRA
6
8.7
45
Meningkat
19
MALIK KARIM MAHASIN
4.7
8
70
Meningkat
20
MARISA MARDIANI AGUSTIN
5.7
9.3
63
Meningkat
21
MUHAMMAD ATHALLAH MAHARDIKA P.N.
5
8.3
66
Meningkat
22
MUHAMMAD ESA NURALAMSYAH
2.7
6.7
148
Meningkat

14
23
MUHAMMAD FAKRI ABDULKARIM
3
7
133
Meningkat
24
MUHAMMAD ILHAM YUSUF RABBANI
3.3
7
112
Meningkat
25
MUHAMMAD ZAKY NURSYADDAD
3.7
8.3
124
Meningkat
26
MUHHAMAD ARYA RAFID PRATAMA
6
9
50
Meningkat
27
NADILA PUTRI SALSABILA
6.7
8.7
30
Meningkat
28
NASHWA AULIA YUSTICIA
7
9.3
33
Meningkat
29
NAUVAN RAMDHAN AL RABBANI
2.7
6.7
148
Meningkat
30
NAYA ALIA RISQIENNA
4.7
7.7
63.8
Meningkat
31
PUJI SAEFULOH
3.3
7.7
133
Meningkat
32
RAISHA SHAHANA
5.7
8.3
52.6
Meningkat
33
RIZA INSAN NABILA
2.7
6.7
148
Meningkat
34
RIZKIA AURA PUTRI
3
6.7
123
Meningkat
35
ROSULLY KANIA DININGRAT
4
7.3
82.5
Meningkat
36
SAILA RIHADATUL AISY
3.7
6.7
81
Meningkat
37
SALVA KAMILA INSANI
3
7
75
Meningkat
38
SALWA AURELIA HENDARSYAH
4
6.7
123
Meningkat
39
SYAHDAFI
3.7
7
89
Meningkat
40
SYAUQI RAJO AL DUNYAA
4.3
7.3
70
Meningkat
Rata -rata
4.49
7.76
72.82


Dari data ini bisa dilihat, setelah diadakan proses belajar mengajar :
1.      Seluruh siswa atau 100 % siswa mengalami peningkatan. Ini berarti pengjaran dengan tiga phase ini cukup efektif.
2.      Peningkatan perolehan siswa cukup significant yaitu 72.82 %
3.      11 orang dari 40 siswa, atau 27.5% dari siswa memperoleh peningkatan lebih dari 100%



15
C.       Hasil Test Tahap kedua
NO
Nama Siswa
HASIL
1
ADRIAN
8.3
2
ANGGI ANGGRA FADHILA
7.7
3
AUDRIE KEISYA PUTRI
9
4
AXEL NAUFAL PUTRA
9
5
AZRIL SHOHIBULWAFA HADIAT
8.7
6
DINA SHABILA KURNIA
7.7
7
DZIKRI MULYADI
7.3
8
EKA JULY LESTARI
8
9
EZAR ATHA RASHIF
9.7
10
GHEFIRA SALSABILLAH
9
11
HAFIZH BILAWA ARRAHIM
9
12
IKHSAN MUHAMAD MUDJENAN
7.3
13
IMMANUEL DAVID MARTSINUS S
7
14
IVELLA YUMNA RIVANGGA
7.7
15
KANIA CHYNTIA DEWI
9
16
KEZIA TIO PASARIBU
9.7
17
KHAERUNISA
8.7
18
LILIK HENDRA
9.3
19
MALIK KARIM MAHASIN
9
20
MARISA MARDIANI AGUSTIN
9
21
MUHAMMAD ATHALLAH MAHARDIKA P.N.
9.3
22
MUHAMMAD ESA NURALAMSYAH
7.7
23
MUHAMMAD FAKRI ABDULKARIM
7.7
24
MUHAMMAD ILHAM YUSUF RABBANI
8
25
MUHAMMAD ZAKY NURSYADDAD
8.3
26
MUHHAMAD ARYA RAFID PRATAMA
9
27
NADILA PUTRI SALSABILA
9
28
NASHWA AULIA YUSTICIA
9.3
29
NAUVAN RAMDHAN AL RABBANI
7
30
NAYA ALIA RISQIENNA
8
31
PUJI SAEFULOH
8
32
RAISHA SHAHANA
8

16
33
RIZA INSAN NABILA
7.3
34
RIZKIA AURA PUTRI
6.7
35
ROSULLY KANIA DININGRAT
77
36
SAILA RIHADATUL AISY
7.3
37
SALVA KAMILA INSANI
6.3
38
SALWA AURELIA HENDARSYAH
7.3
39
SYAHDAFI
7
40
SYAUQI RAJO AL DUNYAA
7.7
Rata -rata
8.15

Ujian tahap kedua ini dilakukan pada bulan Februari 2016. sedangkan tahap pertama pada bulan September 2015. Berarti jangkawaktunya sekitar 5 bulan. Perbandingan hasil daya serap tahap pertama dan tahap kedua adalah sebagai berikut :

NO
Nama Siswa
Hasil Test Tahap
Keterangan
I
II
1
ADRIAN
9.7
8.3
Menurutn
2
ANGGI ANGGRA FADHILA
7
7.7
Meningkat
3
AUDRIE KEISYA PUTRI
7.6
9
Meningkat
4
AXEL NAUFAL PUTRA
6.7
9
Meningkat
5
AZRIL SHOHIBULWAFA HADIAT
7.3
8.7
Meningkat
6
DINA SHABILA KURNIA
6.7
7.7
Meningkat
7
DZIKRI MULYADI
7.7
7.3
Menurun
8
EKA JULY LESTARI
8.3
8
Menurun
9
EZAR ATHA RASHIF
9.3
9.7
Meningkat
10
GHEFIRA SALSABILLAH
8.3
9
Meningkat
11
HAFIZH BILAWA ARRAHIM
8.7
9
Meningkat
12
IKHSAN MUHAMAD MUDJENAN
6.7
7.3
Meningkat
13
IMMANUEL DAVID MARTSINUS S
7
7
Tetap
14
IVELLA YUMNA RIVANGGA
7.3
7.7
Meningkat
15
KANIA CHYNTIA DEWI
8
9
Meningkat
16
KEZIA TIO PASARIBU
9.3
9.7
Meningkat
17
KHAERUNISA
9
8.7
Menurun
17
18
LILIK HENDRA
8.7
9.3
Meningkat
19
MALIK KARIM MAHASIN
8
9
Meningkat
20
MARISA MARDIANI AGUSTIN
9.3
9
Menurun
21
MUHAMMAD ATHALLAH MAHARDIKA P.N.
8.3
9.3
Meningkat
22
MUHAMMAD ESA NURALAMSYAH
6.7
7.7
Meningkat
23
MUHAMMAD FAKRI ABDULKARIM
7
7.7
Meningkat
24
MUHAMMAD ILHAM YUSUF RABBANI
7
8
Meningkat
25
MUHAMMAD ZAKY NURSYADDAD
8.3
8.3
Tetap
26
MUHHAMAD ARYA RAFID PRATAMA
9
9
Tetap
27
NADILA PUTRI SALSABILA
8.7
9
Meningkat
28
NASHWA AULIA YUSTICIA
9.3
9.3
Tetap
29
NAUVAN RAMDHAN AL RABBANI
6.7
7
Meningkat
30
NAYA ALIA RISQIENNA
7.7
8
Meningkat
31
PUJI SAEFULOH
7.7
8
Meningkat
32
RAISHA SHAHANA
8.3
8
Menurun
33
RIZA INSAN NABILA
6.7
7.3
Meningkat
34
RIZKIA AURA PUTRI
6.7
6.7
Tetap
35
ROSULLY KANIA DININGRAT
7.3
77
Meningkat
36
SAILA RIHADATUL AISY
6.7
7.3
Meningkat
37
SALVA KAMILA INSANI
7
6.3
Menurun
38
SALWA AURELIA HENDARSYAH
6.7
7.3
Meningkat
39
SYAHDAFI
7
7
Tetap
40
SYAUQI RAJO AL DUNYAA
7.3
7.7
Meningkat
Rata -rata
7.76
8.15


Dari data ini dapat dilihat :
1.   Test yang diadakan setelah 5 bulan dari proses pembelajaran hasil tidak menurun seperti yang diduga semula, tapi meningkat dari 7,76 menjadi 8,15 atau meningkat 15 %
2.   Dari 40 orang siswa 27 orang atau 67.5 %nmengalami peningkatan, 7 orang atau sekitar 17,5 % mengalami penurunan sedangkan 6 orang atau sekitar 15 % hasilnya tetap.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.          Kesimpulan
Berdasarkan hasil paparan data penelitian tindakan kelas ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.         Pengajaran kosakata melalui tiga tahap pengajaran yang diterapkan di SD  negeri Buahbatu Baru Bandung cukup efektif dan peningkatan perolehan siswa sebelum dan sesudah proses pembelajaran yang cukup bermakana (significant).
2.         Peningkatan kosakata melalui pengajaran tiga tahap ini di SD  negeri Buahbatu Baru Bandung mencapai 58 %
3.         Persentasi daya serap yang diadakan setelah proses belajar mengajar berlansung adalah 77.60 %
4.         Persentase daya serap siswa setelah diadakan penilaian setelah 5 bulan proses belajar mengajar berlansung adalah 81.50 %
5.         Berdasarkan data diatas Pengajaran kosakata melalui tiga tahap cukup efektif dan dapat menjadi alternatif untuk pengajaran kosakata.

B.           Saran
Kosakata merupakan komponen yang sangat penting dalam menunjang kemampuan siswa untuk dapat menguasai kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, maka dalam pengajaran kosakata disarankan :
1.            Kegiatan belajar difokuskan pada kegiatan siswa, yang belajar adalah siswa, yang berusaha berlatih menggunakan kosakata adalah siswa.
2.            Untuk tahap pertama penguasaan kosakata adalah menguasai mengetahui meaning atau arti kosakata tersebut. Ini dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti siswa menacari sendiri arti kata dalam kamus, menemukan padanan atau lawan kata daps sebagainya. Dan semuanya ini hendaknya dilakukan oleh siswa sendiri dan guru hanya sebagai fasilitator untuk membimbing siswa apa yang harus dikerjakan.

18
19

3.            Tahap kedua adalah menggunakan kosakata yang telah di ketahui meaningnya tersebut dalam kalimat. Dan latihan ini harus dibuat oleh guru untuk dikerjakan siswa.
4.            Setiap kata yang sudah di pelajari siswa harus digunakan sesering mungkin. Secara lisan siswa harus bisa menggunakan satu kosakata yang dipelajarinya tersebut selama satu menit atau dua menit. Sedangkan secara tertulis satu kata siswa hendaknya dapat membuat sekitar 10 kalimat






















20

DAFTAR PUSTAKA

Brown, H. Douglas. 2000. Principles of Language Learning and Teaching: Longman.
Brown, H. Douglas. 1994. Teaching by Principles:. Prentice Hall Regents.
Celce-Murcia, Marianne. 1991. Teaching English as a Second or Foreign Language:
Heinle & Heinle Publisher.
Edge, Julian. 1993. Essentials of English Language Teaching: Longman Group UK Limited.
Harmer, Jeremy, 1995. The Practice of English Language Teaching: Longman.
Madya, Suarsih, Developing Standard for EFL in Indonesia as Part of the EFL
Teaching Reform, TEFLIN Journal, Vol. 3 (2) Agust 2002.
Nunan, David. 199 1. Language Teaching Methodology: A Textbook for Teachers.
London: Prentice Hall International. (UK) Ltd.
Richards, Jack C and Theodore S, Rodgers. 1001. Approaches and
Methods as Language Teaching. London; Cambridge University Press.
Richards,) .0 & Renandya, A. Willy, Cambbridge University Press, 2003


Comments

Popular posts from this blog

KORELASI ANTARA MANAJEMEN METODE DRILL TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS SISWA SEKOLAH DASAR DI SDN BUAHBATU BARU Tugas Individu Mata Kuliah : Metodologi dan Statistika Pendidikan Dosen Pengampu: Dr. H. NANANG HANAFIAH, M.MPd. Disusun Oleh: Raimondus Angwarmase, S.Pd. ( 4103810315166 ) PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA BANDUNG 2016 UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) MATA KULIAH : METODOLOGI DAN STATISTIKA PENDIDIKAN SEMESTER : Ganjil/Angkatan XL / Kelas A PELAKSANAAN : TAKE HOME DOSEN : DR. H. NANANG HANAFIAH, M.MPd. ________________________________________ 1. Buatlah tabel perhitungan korelasi dengan tehnik Product Moment dan Pearson antara Manajemen Metode Drill terhadap Peningkatan Kemampuan Berbahasa Inggris di SDN Buahbatu Baru Bandung Jawab! Tabel Korelasi antara Manajemen Metode Drill terhadap Peningkatan Kemampuan Berbahasa Inggris di SDN Buahbatu Baru Bandung n Metode Drill Kemampuan Berb...

Jurnal Pendidikan Karakter

Implementasi Program Pembangunan Karakter Peserta didik Kelas XII SMA di Bandung (Studi Deskriptif di SMA Santa Maria 1 dan 2 Yayasan Salib Suci Bandung) Raimondus Angwarmase, Achmad Sanusi, Maman Suryaman Universitas Islam Nusantara Bandung rymd99@yahoo.com , duanser65@gmail.com , drmamansuryaman1961@gmail.com Abstract Keywords : Implementation, Character Building,   High School Students This study aims to find out the Implementation of Character Building of Class XII High School Students in Bandung by considering aspects of system, educators and school environment based on the elements of efficiency, productivity, effectiveness, relevance and appreciation of the character formation program of learners. The type of this research is qualitative descriptive research. Discussion on the implementation of character development of learners there are four main points resulting from cultural habits (culture) schools, namely: (1) cultural insight quality educatio...